Entri Populer

Blog Archive

Search

Memuat...
Rabu, 30 Desember 2009

DOWNLOAD KALENDER 2010


Bookmark and Share


bagi teman-teman yg butuh kalender tahun 2010 dibawah ini saya sediakan link nya diambil dari sumber aslinya. SELAMAT TAHUN BARU

Versi Pdf
Versi Word
Versi Excel

Download

Versi excel dengan ukuran 100kB.

Ada juga versi pdfnya 147kB.

Download dalam bentuk Coreldraw

Calendar 2010 (GIF-image)
Calendar 2010 (PDF)
Calendar 2010 with week numbers the week starting 1 January (GIF-image)
Calendar 2010 with week numbers starting 1 January (PDF)
Calendar 2010 with week numbers by ISO 8601 (GIF-image)
Calendar 2010 with week numbers by ISO 8601 (PDF)
Calendar 2010, landscape format (GIF-image)
Calendar 2010, landscape format (PDF)
Calendar 2010 (Excel-file)
Calendar 2010 (zipped Excel-file)
Kamis, 24 Desember 2009

Abu Al Zahrawi, Sang Penemu Gips Di Era Kemajuan Islam


Bookmark and Share

Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini.

Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas. Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah ke Andalusia.

Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat. Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya.

Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Khalifah Al Hakam II sendiri berkuasa dari tahun 961 sampai tahun 976. Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan pembangunan pasar.

Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak dapat diragukan lagi. Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau dibalut semacam semen. Dalam sebuah risalahnya, dia menuliskan, jika terdapat tulang yang bergeser maka tulang tersebut harus ditarik supaya kembali tempatnya semula. Sedangkan untuk kasus masalah tulang yang lebih gawat, seperti patah maka harus digips.

Untuk menarik tulang lengan yang bergeser, Al Zahrawi menganjurkan seorang dokter meminta bantuan dari dua orang asisten. Kedua asisten tersebut bertugas memegangi pasien dari tarikan. Kemudian lengan harus diputar ke segala arah setelah lengan yang koyak dibalut dengan balutan kain panjang atau pembalut yang lebih besar. Sebelum dokter memutar tulang sendi sang pasian, dokter tersebut harus mengoleskan salep berminyak ke tangannya. Hal ini juga harus dilakukan oleh para asisten yang ikut membantunya dalam proses penarikan. Setelah itu dokter menggerakan tulang sendi pasien dan mendorong tulang tersebut hingga tulang tersebut kembali ke tempatnya semula.

Setelah tulang lengan yang bergeser tersebut kembali ke tempat semula, dokter harus melekatkan gips pada bagian tubuh yang tulangnya tadi sudah dikembalikan. Gips tersebut mengandung obat penahan darah dan memiliki kemampuan menyerap. Kemudian gips tersebut diolesi dengan putih telur dan dibalut dengan perban secara ketat. Setelah itu, dengan menggunakan perban yang diikatkan ke lengan, lengan pasien digantungkan ke leher selama beberapa hari. Sebab jika lengan tidak digantungkan, maka lengan terasa sakit karena masih lemah kondisinya.

Sesudah kondisi lengan semakin kuat dan membaik, maka gantungan lengan ke leher dilepaskan. Jika tulang yang bergeser itu sudah benar-benar kembali dalam posisi semula dengan baik dan sudah tidak terasa begitu sakit lagi maka buka semua balutan termasuk gips yang membalut tangan pasien. Tetapi jika tulang yang bergeser tersebut belum sepenuhnya pulih atau kembali ke tempat semula secara tepat, maka perban maupun gips yang membalut lengan pasien harus dibuka. Lalu lengan pasien dibalut lagi dengan gips dan perban yang baru setelah itu dibiarkan selama beberapa hari hingga lengan pasien benar-benar sembuh total.

Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif. Kitab tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus.

Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.(rpb) www.suaramedia.com
Senin, 21 Desember 2009

Patung Obama : Pernyataan Wakil Menlu RI yang Memalukan !

Sungguh memalukan mendengar pernyataan wakil menlu RI Triyono. Sebagaimana yang diberitakan detik.com (21/12) , Triyono meminta agar patung Obama kecil di Taman Menteng tidak usah dipersoalkan. Obama dinilai bukan tokoh yang kontroversial.”Kecuali kalau dibangun patung Hitler, baru itu nggak boleh,” kata Wakil Menlu Triyono Wibowo sambil tertawa.

Hal itu disampaikan dia usai penutupan diklat di Gedung Nusantara Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Senin (21/12/2009). Menurut Triyono tidak ada masalah dengan patung Obama. “Itu kan hal yang nggak perlu jadi persoalan,” lanjutnya.Pernyataan Triyono sambil tertawa menunjukkan ketidakpedulian terhadap nasib umat Islam akibat kebijakan Obama di dunia ini.

Kita tentu tidak mempersoalkan Obama kecil seperti apa. Yang kita persoalkan adalah Obama yang sekarang menjadi presiden dari sebuah negara imperialis yang menjajah negeri Islam. Atas komando Obama sang Presiden, dikirim 30 ribu pasukan tambahan untuk memperkuat penjajahan Amerika di Afganistan. Dipastikan jumlah umat Islam yang terbunuh akan bertambah. Data PBB menyebutkan, sepanjang tahun 2008 saja jumlah warga sipil Afganistan yang tewas meningkat 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut data PBB, jumlah warga sipil yang tewas akibat aksi-aksi kekerasan di Afganistan pada tahun 2008 sekitar 2.100 orang.

Sementara itu, di Irak hingga saat ini ribuan pasukan penjajah masih bercokol. Ratusan ribu umat Islam terbunuh. Konflik horisontal antarkelompok masyarakat pun meluas. Ledakan bom yang menewaskan rakyat sipil menjadi pandangan biasa terjadi di masjid, pasar dan tempat-tempat umum lainnya. Masih di era Obama, negara Zionis Israel terus menerus membunuhi kaum Muslim di Palestina. Semua itu berlangsung dengan dukungan penuh Amerika Serikat.

Amerika juga terlibat dalam berbagai konflik di negeri Islam. Di Pakistan, dengan menggunakan CIA dan tentara bayaran Blackwater, Amerika melakukan politik adu domba antara tentara Pakistan dan Mujahidin dengan menjadikan rakyat sipil sebagai tumbalnya. Berbagai konflik di Sudan, Yaman, Somalia, Negeria dan negeri Islam lainnya tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Amerika dengan menggunakan antek-anteknya.

Di bidang ekonomi, negara imperialis ini pun menjadi penjarah utama kekayaan alam negeri-negeri Islam, tentu dengan bantuan para penguasa pengkhianat negeri Islam. Perusahan AS dan sekutunya mengeruk kekayaan minyak, emas dan tambang lainnya dalam jumlah yang besar di negeri-negeri Islam. Tentunya dengan berbagai cara atas nama perdagangan internasional, penanaman modal asing dan modus-modus lainnya.

Masih di era Obama Penjara Guantanamo, Abu Ghuraib dan penjara rahasia lainnya masih menjadi tempat penyiksaan dan pelecahan terhadap tahanan Muslim dengan tuduhan terorisme.

Jadi sangat mengherankan dan sekaligus menyedihkan kalau ada negeri Islam seperti Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia memuji Obama, bahkan sampai membangun patungnya. Dimana keimanan kita semua, dengan membiarkan ini terjadi? Padahal Obama adalah komandan pasukan tertinggi pembunuh umat Islam di berbagai kawasan dunia!

Seharusnya kita merasa terhina dengan keberadaan patung Obama tersebut. Sungguh memalukan anggapan Ketua Yayasan Friends of Obama, Ron Muller, yang mengatakan patung Obama dibuat semata-mata untuk menceritakan bahwa salah seorang pemimpin dunia, Barack Obama, dulu pernah tinggal di Indonesia; apalagi menyatakan patung ini memberikan inspirasi bagi para pemuda. Apa bangganya memiliki pemimpin dunia yang menjadi komandan pasukan penjajah? Inspirasi apa yang diberikan oleh Obama yang memerintahkan perang terhadap umat Islam ?Jadi patut kita pertanyakan kalau ada pihak yang masih menghargai Obama.

Sementara itu , banyak pihak yang mengecam Obama, termasuk pemberian hadiah Nobel perdamaian kepadanya. Harian Inggris The Times yang berhaluan konservatif mengomentari pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden AS Barack Obama dengan skeptis, “Sungguh ironis, seorang presiden yang pekan lalu memutuskan pengiriman 30.000 tentara ke kawasan perang minggu ini dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian.”

Harian Perancis L’Independant juga menulis, “Dengan memberikan Penghargaan Nobel

Perdamaian kepada Obama, Komite Nobel turut melengserkan Obama dari takhtanya. Mengapa? Karena komite ini salah paham dan memahami niat sebagai tindakan nyata. Komite Nobel menganugerahkan penghargaan yang paling bergengsi kepada seseorang yang belum berhasil membuktikan apa-apa.”

Pidato Obama yang berusaha membenarkan proyek perangnya di Afganistan tidak mengubah fakta bahwa Obama adalah pemimpin negara penjajah. Dalam pidatonya saat menerima Hadiah Nobel Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat tetap memegang teguh standar moral ketika melancarkan perang. Pernyataan ini pantas dipertanyakan. Standar moral apa yang dilakukan oleh Pasukan AS ketika membunuh warga sipil berulang-ulang di Afganistan dan kemudian hanya sekadar minta maaf dan mengatakan semua itu tidak bisa dihindarkan?

Dalam pidato ini Obama membela peran AS di Afganistan dengan alasan pengerahan pasukan bisa mewujudkan perdamaian. Menurutnya, perang memiliki peran untuk menjaga perdamaian. Obama juga membenarkan logika perangnya dengan alasan perundingan tidak akan bisa meyakinkan para pemimpin al-Qaida untuk meletakkan senjata. Lagi-lagi Obama mengikuti pemimpin negara imperialis sebelumnya. Dia selalu membenarkan penjajahan dan pembunuhan atas rakyat jajahannya dengan berbagai alasan kebaikan seperti perdamaian, menegakkan demokrasi dan HAM, membangun peradaban dunia dan banyak lagi. Pertanyaannya, sudah sejak tahun 2003 AS menduduki Irak, apakah tercipta perdamaian di sana?

Logika perang yang digunakan Obama justru menjadi legitimasi perlawanan balik terhadap AS dan sekutunya. Para Mujahidin tentu sah-sah menggunakan logika yang sama dengan Obama, bahwa mereka berperang untuk menciptakan perdamaian di negara mereka sendiri. Mereka berperang untuk mengusir penjajah yang menyebabkan ketidakadilan dan pembunuhan terhadap rakyat Afganistan. Tentu sah juga kalau para Mujahadin terus berperang dan tidak mau berdamai dengan pasukan AS, dengan alasan, jalan anti kekerasan tidak akan menghentikan tentara AS.

Sikap mengidolakan AS dan pemimpinnya seperti Obama tentu akibat umat Islam tidak lagi melihat dari cara pandang Islam. Seharusnya seorang Muslim harus melihat segala perkara dari kacamata akidah dan syariah Islam.

Dalam pandangan Islam, Amerika adalah negara yang masuk dalam kategori muhârib[an] fi’l[an], yaitu negara kafir yang melakukan konfrontasi dan peperangan secara nyata terhadap negeri-negeri Islam. Terhadap mereka, negara Khilafah memperlakukannya sebagai musuh. Seluruh penduduknya tidak dibolehkan memasuki Negara Khilafah Islam, karena mereka dianggap musuh. Contoh negara seperti ini adalah Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Walhasil, tidak boleh ada hubungan apapun dengan negara mereka baik ekonomi, politik ataupun militer. Inilah sikap Islam yang jelas! [Farid Wadjdi]

Kamis, 17 Desember 2009

Merampok untuk Kekuasaan, Kekuasaan untuk Merampok

Skandal Century telah memakan korban. Skandal ini telah menyeret sejumlah nama petinggi negara, sebut saja mantan Gubenur BI, yang kini menjadi Wapres, Budiono, Menkeu, Sri Mulyani hingga Presiden SBY. JK, yang ketika itu menjadi Wapres, dan Presiden Adinterim, saat sang Presiden keluar negeri, ternyata tidak dilapori otoritas moneter. Kalla juga tidak sepakat dengan bail out Century, karena bank ini ambruk akibat dirampok oleh pemiliknya sendiri. “Masalah Century itu bukan karena krisis, tetapi itu perampokan, kriminal,” ujar Kalla di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2009. Menurutnya, pengendali bank ini telah merampok dana Bank Century dengan segala cara termasuk penerbitan obligasi bodong yg dibawa ke luar negeri.

Iya, inilah perampokan yang dilegalkan oleh otoritas moneter. Justifikasi hukum pun dibuat, termasuk penetapan status Bank Gagal Berdampak Sistemik. BC bukanlah bank besar, dan tentu tidak memiliki dampak sistemik dalam perekonomian. Aset BC sebelum penyelamatan hanya sekitar 0.06% dari total asset perbankan nasional. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang disimpan di sana juga hanya sekitar 0.05% dari total DPK di perbankan nasional, sehingga kalau BC ini ditutup, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap industri perbankan secara keseluruhan. Karena kecilnya ukuran BC juga, jumlah perusahaan yang menjadi debitur BC sangat terbatas sehingga ada tidaknya BC tidak terlalu berpengaruh terhadap sektor riil dan perekonomian nasional. Tetapi, apa yang membuat Gubenur BI kala itu, Ketua KSSK dan konon atas sepengetahuan SBY begitu ngotot menyelamatkan bank gurem ini?

Rizal Ramli, mantan Menko Ekuin, dalam acara Economic Challenges yang disiarkan oleh salah satu stasiun swasta menyatakan, Budiono dan Sri Mulyani tidak mungkin melakukan tindakan sebodoh itu. Menurutnya, kalaupun mereka sanggup melakukan itu, tentu karena ada iming-iming jabatan. Masih menurutnya, ini persis seperti yang dilakukan oleh Syahril Sabirin, dalam Skandal Bank Bali, atau Burhanuddin Abdullah, dalam Skandal BLBI. Kalau benar motif tindakan tersebut karena jabatan, maka bisa dipastikan bahwa para pejabat yang duduk di singgasananya itu tak ubahnya para perampok, atau setidak-tidaknya orang-orang yang bersekongkol dengan para perampok.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk berkuasa di negeri ini memang membutuhkan dana. Siapa saja yang mempunyai akses dana tak terbatas, maka sesungguhnya dia bisa berkuasa, atau membeli kekuasaan. Bagi yang ingin berkuasa atau mempertahankan kekuasaannya, tetapi dana cekak, maka tak ada pilihan lain, kecuali merampok uang negara atau uang rakyat. Akhirnya, merampok pun menjadi jalan untuk meraih kekuasaan. Karena dengan cara itulah, dia bisa berkuasa. Soal citra, kampanye dan propaganda bisa dibuat, asal ada duit. Seorang pemarah, bisa dicitrakan sebagai penyabar, dan pembohong pun bisa diubah citranya menjadi orang yang jujur.

Sistem Demokrasi, dengan pemilihan langsung ini memang menguras dana besar. Bagi calon legislatif, dibutuhkan ratusan hingga milyaran rupiah jika ingin terpilih, padahal total gaji resminya selama satu periode tidak bisa menutup dana yang telah dia keluarkan. Belum lagi, calon eksekutif, terlebih presiden dan wakil presiden. Untuk menang, dibutuhkan bukan hanya milyaran, tetapi trilyunan rupiah. Padahal, total gaji resminya selama satu periode tidak akan pernah cukup untuk menutupi dana politiknya. Lalu, dari mana mereka mendapatkan dana tersebut? Maka, kalau bukan dengan cara merampok uang negara atau rakyat, mereka membutuhkan sponsor yang bisa mendanai kebutuhan dana politik mereka. Sponsor pun tidak gratis, pasti dengan imbalan.

Karena itu, setelah berkuasa, mereka pun ramai-ramai merampok uang negara atau rakyat untuk mengembalikan modal mereka, kalau mereka mempunyai modal sendiri. Mereka juga harus memberikan konsesi kepada para sponsor politik mereka, dengan proyek ini dan itu, atau memberi peluang mereka untuk menguasai aset strategis, kalau mereka berkuasa karena dukungan sponsor. Maka, UU pun dibuat justru untuk melegalkan praktik perampokan kekayaan negara. Sementara kepentingan rakyat hanya dijadikan justifikasi murahan, agar mereka tetap mendapatkan simpati dan dukungan. Padahal, mereka tidak pernah memikiran nasib rakyat mereka. Kekuasaan bukan dipersembahkan untuk kemaslahatan negeri dan rakyatnya, tetapi justru untuk mengabdi pada kepentingan pribadi, kroni dan sponsor. Inilah parodi kekuasaan. Berkuasa bukan untuk memberi, tetapi untuk menghisap. Berkuasa untuk memperkaya diri dan merampok. Karena kekuasaan diraih melalui perampokan. Inilah wajah kekuasaan dan penguasa negeri ini, dan negeri-negeri kaum Muslim.

Wajah kekuasaan seperti ini tampak begitu bengis. Bahkan, lebih mengerikan lagi, ketika skandal-skandal ini telah membongkar topeng kekuasaannya yang asli, maka apapun cara bisa dilakukan, demi kekuasaan. Semuanya pun siap dipertaruhkan, demi kekuasaan. Tidak peduli lagi, berapapun korban yang harus menjadi tumbal. Kini, ketika tabir mulai terkuak, para penguasa itupun mulai pasang kuda-kuda, semua jurus dan kekuatan akan digunakan untuk mempertahankan kekuasaan, dan melawan. Ada yang bersumpah berkali-kali. Ada yang siap menempuh jalur hukum, karena pencemaran nama baik, dan begitu seterusnya.

Skandal Bank Century bukanlah skandar pertama, dan terakhir. Sebelumnya ada Skandal BLBI dan Bank Bali. Skandal yang sama bisa terulang tidak hanya sekali. Mengapa? Karena kita tidak mau belajar. Karena tidak pernah menginsyafi kesalahan dan kekeliruan kita. Nabi mengingatkan:

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ فِي جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Tidak layak orang Mukmin dipatuk ular lebih dari sekali pada lubang yang sama.” (H.r. Muslim)

Orang Mukmin memang tidak boleh dipatuk ular pada lubang yang sama lebih dari sekali, atau terperosok pada lubang yang sama berkali-kali. Sebagai orang Mukmin, kita harus yakin, bahwa skandal yang sama bisa terjadi berkali-kali di negeri ini, karena sistem dan rezim yang berkuasa di negeri ini adalah sistem dan rezim yang korup. Karena itu, semestinya skandal ini menyadarkan kita semua, bahwa inilah saatnya kita membebaskan diri dari cengkraman sistem dan rezim yang korup ini, agar kehidupan rakyat dan negeri ini lebih baik.

Bagi orang Mukmin, tidak ada pilihan lain kecuali dengan kembali kepada syariat Islam. Dengan menerapkan Islam secara kaffah, di bawah kepemimpinan yang amanah, yaitu seorang Khalifah yang bertakwa dan hanya takut kepada Allah SWT, maka negeri ini akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (KH Hafidz Abdurrahman)

sumber

HIJRAH: SAATNYA MENINGGALKAN REZIM DAN SISTEM JAHILIAH

[Al-Islam 485] Waktu terus bergulir. Umat Islam tidak terasa memasuki tahun baru Hijriah 1431 H, meninggalkan tahun 1430 H. Hampir di setiap penjuru negeri-negeri Muslim, momentum pergantian tahun ini diisi dengan peringatan dan serimoni tahunan. Pergantian tahun hijriah kali ini hendaknya menjadi titik penting untuk melakukan muhâsabah (evaluasi diri) atas capaian-capaian umat Islam pada tahun-tahun yang lalu. Umat juga perlu merenungkan sejauh mana mereka menyusuri lorong waktu dan setiap kesempatan yang dikeruniakan Allah SWT dengan membuktikan rasa syukur dalam bentuk pengabdian (ibadah) kepada Allah SWT semata. Syukur dan pengabdian itu dibuktikan dengan cara menyelaraskan seluruh amal perbuatan dengan tuntunan yang datang dalam al-Quran dan uswah (teladan) hidup yang diberikan Baginda Rasulullah saw.

Pemaknaan hijrah yang utuh akan menjadikan umat Islam menyadari betapa saat ini kehidupannya masih jauh dari nilai-nilai hijrah seperti yang telah dicontohkan Baginda Nabi saw. dalam wujud kehidupan nyata di Madinah al-Munawarah (Yastrib).

Makna Hijrah

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bârî menjelaskan, asal dari hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai dan mendapatkan kebaikan. Hijrah dalam as-Sunnah secara mutlak dimaknai: meninggalkan negeri syirik (kufur) menuju Dâr al-Islâm karena ingin mempelajari dan mengamalkan Islam. Jadi, hijrah yang sempurna (hakiki) adalah meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah SWT, termasuk meninggalkan negeri syirik (kufur) menuju Dâr al-Islâm.

Para fukaha mendefinisikan hijrah sebagai: keluar dari darul kufur menuju Darul Islam. (An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, II/276). Darul Islam adalah suatu wilayah (negara) yang menerapkan syariah Islam secara total dalam segala aspek kehidupan dan keamanannya secara penuh berada di tangan kaum Muslim. Sebaliknya, darul kufur adalah wilayah (negara) yang tidak menerapkan syariah Islam dan keamanannya tidak di tangan kaum Muslim, sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam.

Definisi hijrah semacam ini diambil dari fakta hijrah Nabi saw. sendiri dari Makkah (yang saat itu merupakan darul kufur) ke Madinah (yang kemudian menjadi Darul Islam). Artinya, Rasulullah berpindah dari satu negeri yang menerapkan sistem Jahiliah ke negeri yang kemudian menerapkan sistem Islam.

Pertama kali Rasulullah saw. menginjakkan kaki di Bumi Yastrib (Madinah al-Munawarah), hari Jumat pagi, 16 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian, bertepatan dengan 2 Juli tahun 622 Miladiah, setelah bersama sejumlah Sahabat menempuh perjalanan sangat bersejarah nan melelahkan; penuh derita dan ancaman kematian.

Tujuh belas tahun kemudian, Khalifah Umar bin al-Khaththab mengukirnya menjadi titik tolak kalender (penanggalan) untuk umat Islam, yang dimulai pada awal bulan Muharam karena begitu pentingnya peristiwa hijrah ini.

Rasulullah saw. Membangun Umat Terbaik

Pada awal kedatangan Rasulullah saw. di Tanah Yastrib (Madinah), beliau membangun Masjid Quba, kemudian Masjid Nabawi, dilanjutkan dengan mempersaudarakan kaum Muslim dari kalangan Muhajirin dan kaum Anshar atas dasar ikatan akidah tauhid “Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh”. Saat itu Rasulullah saw. secara de facto menjadi kepala negara di Tanah Yastrib (Madinah al-Munawwarah). Beliau membangun masyarakat istimewa yang berdiri di atas ideologi wahyu (Islam). Beliau melahirkan peradaban mulia. Ideologi Islam mewarnai setiap aspek kehidupan masyarakat Islam. Baik di ranah keyakinan, ibadah ritual maupun ruang publik (kehidupan politik), Islam sejak saat itu menjadi nilai sekaligus sistem yang melekat sepanjang perjalanan hidup kaum Muslim. Dari Darul Muhajirin (Darul Islam) ini, Islam diemban ke seluruh pelosok negeri untuk menebar kabar gembira dan mengajak setiap insan menghamba hanya kepada Allah SWT. Mereka diajak untuk mengikuti tuntunan Islam yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menenteramkan kalbu.

Rasulullah saw. selama sepuluh tahun di Madinah telah meletakkan pondasi bangunan masyarakat islami dalam wujud yang teraba dan terasa. Masyarakat islami ini menjadi kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Hijrah Rasulullah saw. ke Madinah juga dirasakan hakikat dan tujuannya oleh orang-orang Quraiys yang berada di Makah al-Mukaramah pasca Futuhat terjadi. Sebagian besar mreka menekuk wajah karena malu saat mengingat masa lalu perlawanan mereka terhadap Rasulullah saw. Padahal akhirnya mereka merasakan bahwa kehidupan mereka sebelumnya adalah Jahiliah dalam ruang kegelapan nilai serta sistem hidup yang fasad (rusak), menuhankan akal dan menyembah sesama hamba; juga dalam sistem sosial yang hewani dan sederet kerusakan lain yang menjadi inti dari seluruh aspek kehidupan mereka. Hijrah pada akhirnya memisahkan antara haq dan batil serta antara hidup dalam kegelapan dan hidup dalam naungan cahaya terang-benderang. Sebagian besar manusia yang telah tersentuh dengan cahaya Islam enggan kembali pada sistem Jahiliahnya karena telah memahami perbedaannya secara hakiki.

Bagaimana Umat Islam Saat ini?

Prihatin. Di tingkat global negeri-negeri Islam menjadi obyek penjajahan gaya baru dari bangsa Barat. Irak dan Afganistan porak-poranda oleh AS dan sekutunya. Palestina tetap dalam cengkeraman Zionis Israel. Konflik terjadi di berbagai negeri Islam karena intrik dan kepentingan negara asing terhadap potensi-potensi strategisnya. Di negeri-negeri Barat diskriminasi atas umat Islam yang minoritas juga menjadi pemandangan saban hari. Sebaliknya, di negeri-negeri Islam sendiri kaum Muslim berada dalam tawanan penguasanya sekalipun mereka mayoritas. Negeri-negeri Islam masih terpecah-belah dan dipasung dalam ‘ashabiyah modern yang disebut nasionalisme.

Di dalam negeri, sepanjang tahun 1430 H (2009 M) nasib umat Islam belum berubah, sekalipun sudah berganti DPR, dan lahir kabinet pemerintahan baru. Inilah fakta sepanjang tahun 2009 (1430H) yang berlalu. Negeri yang oleh para pujangga dulu disebut zamrud khatulistiwa ini juga tetap diwarnai oleh banyak sekali bencana berupa gempa bumi, banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut menyisakan sebuah ironi. Selain karena faktor manusia, bencana terjadi karena qudrah (kekuatan) dan irâdah (kehendak) Allah SWT. Karenanya, kita sering diajak berdoa agar terhindar dari segala bencana. Namun anehnya, mengapa pada saat yang sama kita tidak juga mau tunduk dan taat kepada Allah dalam kehidupan kita? Buktinya, hingga kini masih sangat banyak larangan Allah (riba, pornografi, kezaliman, ketidakadilan, korupsi dan sebagainya) yang dilanggar; masih sangat banyak pula kewajiban Allah (penerapan syariah, zakat, ‘uqûbat, shalat, haji, dan sebagainya) yang tidak dilaksanakan. Haruskah ada bencana yang lebih besar lagi untuk menyadarkan kita agar segera tunduk dan taat kepada Allah? Tentu tidak.

Jika demikian, ada beberapa catatan penting sebagai bahan muhâsabah (renungan) kita semua terkait dengan berbagai situasi dan kondisi yang meliputi kehidupan umat Islam saat ini di berbagai belahan dunia dan di negeri Indonesia khususnya.

Pertama: Menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun 2009 (1430 H), dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor utama di belakangnya, yakni faktor sistem dan manusianya. Kemiskinan, kriminalitas dan masalah sosial lain, intervensi asing, ketidakadilan, Islamophobia (ketakutan terhadap Islam) dan berbagai bentuk kezaliman yang ada sepenuhnya terjadi akibat pemimpin yang tidak amanah dan sistem yang buruk, yakni sistem Kapitalisme-sekular. Karena itu, jika kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan di atas, maka kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Zat Yang Mahabaik. Itulah syariah Islam. Adapun pemimpin yang amanah adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu.

Kedua: Di sinilah sesungguhnya inti dari seruan ”Selamatkan Indonesia dengan Syariah”. Sebab, hanya dengan sistem berdasarkan syariah, dan dipimpin oleh orang amanah saja Indonesia benar-benar bisa menjadi lebih baik. Dengan sistem ini pula terdapat nilai keimanan dan takwa dalam setiap aktivitas sehari-hari yang akan membentengi tiap orang agar bekerja ikhlas dan penuh amanah. Dengan syariah problem kemiskinan, intervensi asing, ketidakadilan, kezaliman dan berbagai persoalan masyarakat bisa diatasi dengan sebaik-baiknya sehingga kerahmatan Islam bagi seluruh alam bisa diwujudkan secara nyata.

Ketiga: Karena itu, diserukan kepada seluruh umat Islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh seperti pejabat pemerintah, para perwira militer dan kepolisian, pimpinan orpol dan ormas, anggota parlemen, para jurnalis dan tokoh umat untuk berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan tegaknya syariah di negeri ini. Hanya dengan syariah saja kita yakin bisa menyongsong tahun mendatang dengan lebih baik. Lain tidak.

Keempat: Untuk mewujudkan kesatuan umat di seluruh dunia dan penerapan syariah secara kâffah mutlak diperlukan Khilafah. Dengan kesatuan itu, umat akan menjadi kuat dan dengan kekuatan itu segala penjajahan dan kezaliman di Dunia Islam bisa diatasi secara sepadan. Insya Allah.

Khatimah

Berdasarkan pemaparan di atas, peringatan peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. sudah saatnya dijadikan sebagai momentum untuk segera meninggalkan sistem Jahiliah, yakni sistem Kapitalisme-sekular yang diberlakukan saat ini, menuju sistem Islam. Apalagi telah terbukti, sistem Kapitalisme-sekular itu telah menimbulkan banyak penderitaan bagi kaum Muslim.

Awal tahun Tahun Baru Hijrah dan hari-hari ke depan adalah hari untuk menggelorakan kebangkitan Islam menuju perubahan hakiki dan mendasar. Perubahan yang hakiki adalah perubahan yang dapat menyelesaikan secara tuntas seluruh persoalan kaum Muslim di seluruh dunia saat ini. Perubahan semacam itu tidak mungkin tercapai kecuali dengan dua hal sekaligus. Pertama: membangun kekuatan politik internasional Khilafah Islam yang menyatukan seluruh potensi kaum Muslim, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Kedua: menerapkan syariah Islam secara kâffah dalam Khilafah Islam tersebut. Hanya dengan cara inilah kaum Muslim akan mampu mengakhiri kondisi buruknya di bawah kekuasaan sistem Kapitalisme global menuju kehidupan mulia dan bermartabat di bawah payung institusi global Khilafah Islam.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).

Wallâhu a‘lam bi ash-ash-shawâb. []

KOMENTAR AL-ISLAM:

SBY Terancam Century Gate! (Inilah.com, 15/12/2009).

Skandal Century makin membuktikan bobroknya rezim dan sistem di negeri ini.

Sabtu, 12 Desember 2009

Program Pembunuhan Masal 2012

Strategi kontrol populasi tidak hanya lewat program KB, namun juga lewat rekayasa genetis, yang gencar dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya.

Kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari ritual kaum pagan guna menyeimbangkan manusia dengan alam, yaitu bumi (Gaia). Pihak Konspirasi yang merupakan pewaris ritual agama pagan kuno-sebab itu disebut juga sebagai Paganis Modern-meneruskan usaha ini demi memelihara Gaia bagi mereka.

Jika kaum pagan kuno seperti suku Aztec, Mesir Kuno, Maya, Kaliyuga, dan Indian Hopi dengan sistem kalender sonar-nya meramalkan kehancuran fase lama pada 31 Desember 2012. Maka kaum pagan modern ini juga menjadikan tanggal tersebut sebagai fase yang penting bagi sejarah gerakan panuang mereka. Momentum akhir Desember 2012 dijadikan tonggak berakhirnya Pentagon lama dan kemunculan Pentagon baru, lalu dimulainya fase pengurangan populasi umat manusia sampai dengan 90%-nya hingga dunia menyisakan sekitar 500 juta manusia di dalamnya, dan sebagainya.

Kontrol populasi ini sudah diterapkan sejak bertahun-tahun lalu melalui serangkaian uji coba dan strategi, antara lain program Keluarga Berencana (KB), yang sampai detik ini ditentang oleh Gereja Katolik. Sikap Gereja sesungguhnya bukan semata alasan bahwa program tersebut seolah mendahulu takdir Tuhan, namun Gereja yang memang sejak lama menjadi musuh bagi Konspirasi (ingat penumpasan Templar di tahun 1307), mengetahui secara pasti akal licik di balik program dunia tersebut.

Strategi kontrol populasi tidak hanya lewat program KB, namun juga lewat rekayasa genetis, yang gencar dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya. Dari upaya rekayasa genetika inilah berbagai penyakit baru bermunculan dan menyerang manusia, bahkan di banyak tempat menjadi wabah yang dalam tempo cepat membunuh banyak manusia.

Salah satu yang menjadi sorotan banyak pakar kesehatan adalah penggunaan bahan-bahan kimiawi hasil rekayasa genetika yang disisipkan dalam aneka makanan dan juga pupuk tanaman. Bahan-bahan yang kelihatan kecil dan sepele ini dalam waktu yang lama akan menumpuk di dalam tubuh atau di dalam aliran darah, dan dalam jangka waktu tertentu menjadi penyakit yang sangat sulit untu disembuhkan. Belum lagi jenis-jenis bahan transgenik lainnya yang mampu menghilangkan fungsi-fungsi luhur manusia.



Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference). Dalam presentasinya yang berjudul "Codex and Nutricide', Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org) mengatakan, "...mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia... Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesehatan dan pangan..."

Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, "Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan."

Dr. Laibow melanjutkan, "Menurut perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini terus berjalan tanpa hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan-ini terdapat dalam panduan mineral dan vitamin mereka-ketika diimplementasikan pada 31 Desember 2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa. Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2 miliar jiwa, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi."

Lantas, siapa yang akan tetap hidup-dalam bahasa Darwin, "Survival of the fittest"? Dr. Laibow berkata, "Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup."

Kecemasan Dr. Laibow bukanlah kecemasan seorang awam. Ada banyak Laibow-Laibow lain seperti itu disebabkan fakta dan bukti yang sukar dibantah mengenai hal tersebut. PBB sendiri telah mengeluarkan lusinan dokumen resmi yang meminta pengurangan populasi dunia hingga 80%-nya. Salah satunya di dalam Konferensi Perempuan Sedunia di Beizing (1997), di mana Kepala FAO dengan tegas menyatakan, "Kami akan menggunakan makanan sebagai senjata melawan masyarakat."

Dengan kata lain, PBB dalam hal ini lewat FAO dan WHO akan mempergunakan makanan, termasuk bahan-bahan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia, sebagai bagian dari senjata ampuh yang besar dan kompleks, bernama "Kontrol Populasi". Digunakan untuk mengurangi jumlah populasi dunia, seperti yang diamanatkan kaum Pagan Kuno berabad silam.

Dalam tulisan keenam akan dipaparkan beberapa zat aditif berbahaya yang disusupkan ke dalam bahan makanan dan juga bahan-bahan kesehatan, namun dikatakan oleh berbagai lembaga internasional sebagai zat aditif yang berguna dan menguntungkan bagi kesehatan tubuh.

Dan yang terakhir....kasus di China..merupakan bukti hasil kaum Pagan..dalam membasmi populasi manusia secara terkontrol....!!

Berapa banyak bayi meninggal....di China... di Asia... nah... bagaimana dengan yang di USA dan di Israel..?

SEHARUSNYA PBB DALAM HAL INI FAO..HARUS BERTANGGUNG JAWAB

Kini tutuplah mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika kini berbagai upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita.

Berbagai penyakit baru terus bermunculan menghinggapi manusia dan parahnya belum ditemukan obat yang paten yang mampu menyembuhkan secara total, seperti halnya virus HIV, dan juga Virus H5N1 dalam kasus Flu Burung. Kita tentu ingat, setiap kali ada korban meninggal akibat virus ini, media massa baik cetak maupun elektronik senantiasa menyebutnya sebagai ‘Suspect Flu Burung' alias baru diduga, bukan dipastikan.

Di lain sisi, obat-obatan kimiawi yang diproduksi oleh dunia medis dan direkomendir oleh para dokter ternyata juga tidak bebas dari efek samping. Obat untuk sesuatu penyakit ternyata jika digunakan secara kontinyu akan menimbulkan penyakit lain. Penyakit utama yang diderita pun bisa jadi bertambah kuat dan sebab itu membutuhkan dosis dari obat yang sama yang lebih besar lagi agar penyakit atau virus atau kuman yang lebih kuat bisa dibasmi.

Parahnya, aneka bahan konsumsi manusia yang berasal dari alam pun ternyata dewasa ini sudah jauh dari nilai sehat. Sayuran dan buah-buahan misalnya, dalam perawatannya selalu disemprot dengan herbisida atau insektisida yang tidak aman bagi manusia. Belum lagi zat pengawet yang biasa diberikan kepada sayuran dan buah-buahan impor agar lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, juga menambah daftar zat kimia berbahaya yang dipastikan akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Lama-kelamaan, zat-zat yang jumlahnya mungkin sangat kecil ini, bisa menjadi besar karena mengendap di dalam tubuh dan menjadi bibit penyakit.

Satu contoh, seorang perempuan yang sejak muda sering mengkonsumsi mie instan atau penganan pabrik yang mengandung Mono Sodium Glutamat (MSG) alias bahan penyedap atau penguat rasa yang lazim ditambahkan ke dalam banyak sekali penganan produk pabrik, lima sampai sepuluh tahun ke depan pasti akan tumbuh kista di dalam tubuhnya yang bisa jadi bertambah ganas menjadi tumor. Banyak sekali kasus ini di dunia dan juga di Indonesia, coba lihat di dalam negeri yang pemimpin mana yang mendujukung mie instan.

kartun-sby1 Ironisnya, penggunaan MSG oleh media massa malah dipromosikan secara besar-besaran sebagai zat yang mampu mendongkrak rasa dan kenikmatan sebuah makanan, namun tidak dipaparkan secara jujur efek samping membahayakan bagi tubuh manusia. Berbagai penelitian dari dunia medis tentang bahaya MSG pun tidak disosialisasikan secara massal. Akibatnya, hanya orang-orang tertentu yang care terhadap kesehatan-lah yang berusaha sekuat tenaga menghindari penggunaan zat aditif tersebut. Sedangkan kalangan bawah yang tertutup akses informasi (karena buku atau pendidikan mahal harganya), dan kelompok ini jauh lebih besar kuantitasnya, tidak mengetahui akan bahaya tersebut dan terus-menertus mengkonsumsi penganan yang tidak sehat tersebut. Akibatnya, berbagai penyakit mereka derita dan biasanya kematian selalu menjadi akhir dari cerita mereka karena untuk berobat ke dokter pun mereka tidak memiliki cukup uang.

Satu contoh lagi tentang zat aditif. Tahukah Anda jika setiap ayam goreng yang disajikan oleh berbagai resto fasfood ternama dunia merupakan ayam yang dari telur hingga dewasa dan dipotong, masa hidupnya tidak sampai dua bulan? Ayam tersebut besar dengan cepat disebabkan suntikan hormon yang diberikan secara berkala dengan jumlah yang besar. Hormon tersebut tidaklah hilang tatkala ayam tersebut digoreng. Hormon itu tetap ada dan masuk ke dalam perut kita saat kita menyantapnya. Inilah penjelasan mengapa anak-anak remaja sekarang banyak yang menderita obesitas dan berbagai macam penyakit. Jika masih ragu, tontonlah film semi dokumenter yang cukup menghibur berjudul ‘Super Size Me' yang disutradarai Morgan Spurlock dari AS.

Coba sekarang tutup mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika sekarang ini berbagai upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita, lewat peperangan, propaganda media massa, hegemoni ekonomi, penyakit, konflik, makanan, dan bahkan obat-obatan. Apakah ini berjalan dengan sendirinya? Tentu sangat naif jika kita mengira demikian.

Fluoride

Zat kimia ini secara umum dipersepsikan orang sebagai zat ampuh untuk memperkuat tulang gigi. Sebab itu, zat ini banyak disisipkan di dalam pasta gigi. Bahkan 66% cadangan air minum warga AS telah dicampuri zat ini secara sengaja. Benarkah fluoride berguna?

Jawaban yang ada mungkin akan mengejutkan kita semua. Fluoride telah diteliti banyak pakar kesehatan dan ternyata ditegaskan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Antara lain bisa menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian, turunnya kadar testoteron dan estrogen, dan sanggup mengkorosi lapisan enamel gigi. Bahkan dikatakan jika fluoride lebih merusak gigi ketimbang garam.

Sekarang, pergilah ke toko atau super market yang ada. Carilah racun tikus. Dan lihatlah, apa bahan utama pembuat racun tikus? Yakni Sodium Fluoride. Ini adalah zat kimia ionik yang paling beracun setelah Potasium Dikromat. Saat ini, perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis air minum dalam kemasan diketahui telah memasukkan fluoride ke dalam produk air minum dalam kemasan mereka. Hal ini dilakukan tanpa membubuhkan keterangan sedikit pun dalam label kemasannya.

Dunia medis juga telah mengetahui jika fluoride juga digunakan sebagai obat anti depresan, yang menghilangkan agresifitas dan motivasi manusia, termasuk menurunkan hasrat untuk berkembang-biak. "Fluoride memang tidak memiliki faktor yang menguntungkan secara biologis, " tegas Dr. Rima Laibaow dari Natural Solutions Foundation

Dan taukah anda minuman kemasan yang selama ini kita minum mengandung flouride bahkan dalam website aqua menjelaskan: Kesehatan tubuh tergantung pada berbagai aspek, salah satu aspek penting adalah pemenuhan mikronutrisi, yaitu vitamin dan mineral. Kecukupan vitamin telah menjadi hal yang diperhatikan, kini berbagai vitamin ditemukan dalam bentuk instan (pil dan tablet). Sedangkan mineral, hingga kini belum lengkap dibuat dalam bentuk instan. Hanya mineral utama, seperti; kalsium atau zat besi yang bisa ditemukan pilnya. Padahal masih banyak mineral yang tak kalah pentingnya dibutuhkan oleh tubuh, seperti; yodium, kalium, atau flouride.

Untuk lebih yakin kan anda coba anda siram air Aqua ke tanaman setiap hari dan bedakan dengan tanaman yang di siram air tanah. Maka tanaman yang di siram aqua akan mati kering seperti hangus.

Bookmark and Share

Jumat, 11 Desember 2009

SKANDAL CENTURY: BUKTI SISTEM DAN REZIM KORUP!

[Al-Islam 484.] “Jika tak mau digoyang, SBY harus tegas dan tunjukkan kinerja,” begitulah sebuah judul di sebuah situs Detik.com (7/12/09). Opini ini masih terkait dengan kesan tidak seriusnya Pemerintah terhadap pemberantasan korupsi, yang sebetulnya sudah dituangkan dalam target kerja 100 hari Pemerintahan SBY.

Pemberantasan terhadap virus “mafioso peradilan” oleh Pemerintah juga dianggap kurang tegas dan mengaburkan tekad pemberantasan korupsi. Puncaknya adalah ‘Skandal Century’ yang diduga sarat dengan pelanggaran undang-undang dan kepentingan politik kekuasaan. Lagi-lagi langkah dan pola penyelesaian kasus skandal besar ini tidak banyak berarti. Akhirnya, kekecewaan masyarakat makin berlipat dan mendorong lahirnya gerakan-gerakan sosial dengan berbagai motif. Sejumlah gerakan sosial ini lalu ditanggapi dengan pernyataan Presiden SBY yang justru dipandang oleh sebagian besar pengamat menambah keresahan masyarakat. Presiden SBY memperkirakan ada gerakan sosial yang akan menunggangi aksi hari korupsi tanggal 9 Desember (Detik.com, 7/12). Bahkan SBY tahu siapa target para demonstran. “Alhamdulillah, saya dapat pengetahuan yang relatif lengkap, tentang apa, siapa dan sasaran pada 9 Desember mendatang,” kata SBY dalam pidato di Rapimnas Demokrat, Minggu (6/12) kemarin (Vivanews, 7/12).

Tiga Hal yang Perlu Disadari

Terkait dengan masalah korupsi, ada tiga hal yang harus dipahami masyarakat. Pertama: fakta korupsi dan skandalnya. Kedua: kewajiban pemberantasan korupsi. Ketiga: akar masalah dan pemecahan finalnya.

Pemahaman terhadap tiga hal ini akan menjadikan rakyat sadar dan tidak terjebak menjadi tumbal dari berbagai intrik kekuasaan yang pada akhirnya bisa menjadikan nasib rakyat makin mengenaskan.

Terkait dengan hal pertama, jelas tidak akan ada asap bila tidak ada api. Kalau benar pengucuran dana talangan (bail-out) atas Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun itu adalah keputusan yang benar, mestinya tidak perlu terjadi kehebohan seperti sekarang ini. Saat ini di DPR sudah dibentuk panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki skandal Bank Century. Muncul pula sejumlah demonstrasi dan pernyataan para tokoh di mana-mana, yang menuntut Pemerintah menuntaskan Kasus Century. Sebelumnya, Jusuf Kalla, saat masih menjabat sebagai Wapres, bahkan telah mengatakan bahwa kasus Century merupakan perampokan uang negara. Semua ini menunjukkan bahwa pasti ada yang tidak beres dari keputusan Pemerintah untuk mengeluarkan dana talangan tersebut.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy melihat bahwa penetapan bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik oleh BI sehingga perlu ada kebijakan dana talangan untuk menyelamatkannya semata-mata hanya didasarkan pada analisis yang bersifat psikologi pasar dan mengesampingkan analisis kuantitatif terhadap kondisi Bank Century. Sebab, secara kuantitatif Bank Century semestinya langsung ditutup dan tidak berhak mendapatkan dana talangan.

Sebagai konsekuensi ditetapkannya Bank Century menjadi ‘bank gagal berdampak sistemik’ maka diberikanlah kucuran dana untuk menstabilkan kondisi CAR Bank Century dari negatif 3,53% agar menjadi posistif 8%. Berdasarkan perhitungan, dana untuk menaikkan CAR tersebut agar positif 8% adalah hanya sebesar Rp 632 milliar. Namun, nyatanya dana yang dicairkan untuk “penyelamatan” Bank Century tersebut adalah sebesar Rp 6,76 Triliun. Lalu ke mana larinya dana-dana tersebut; kepada siapa dan untuk keperluan apa? Ironisnya, pada saat yang sama, ribuan nasabah kecil dari Bank Century ini terus melakukan protes karena uang mereka tidak kunjung kembali.

Kedua: korupsi adalah tindakan yang diharamkan Islam dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk mencegahnya. Dalam hal ini, penguasa menjadi pilar utamanya. Bahkan kewajiban utama ada di pundak penguasa untuk membersihkan seluruh tindak kriminal “korupsi” di jajaran dan struktur pemerintahannya, yang posisinya adalah pelayan rakyat. Pasalnya, selain haram secara syar’i, korupsi juga mengakibatkan hak-hak rakyat terabaikan. Karena “virus berbahaya” ini, pada akhirnya kekuasan tidak menjadi sarana untuk melayani rakyat, tetapi malah menjadi alat menipu dan menzalimi rakyat demi kemewahan pribadi atas nama rakyat. Karena itu, tidak salah jika sebagian pengamat menilai, seharusnya Presiden SBY hadir bergabung dengan masyarakat yang peduli pada pemberantasan korupsi, bukan malah mengeluarkan pernyataan yang seolah-oleh menghalangi gerakan antikorupsi.

Ketiga: ketidakpuasaan sebagian pihak terhadap pemerintahan SBY mungkin menjadikan momentum yang dianggap tepat (missal: Hari Anti Korupsi, 9/12) sebagai pintu masuk untuk meloloskan kepentingan-kepentingan politik. Jika pernyataan SBY akan adanya gerakan sosial dengan motif menggulingkan kekuasaan itu benar (berdasarkan pasokan data intelijen) seperti yang diungkap dalam berbagai milis/situs, maka di sini rakyat harus waspada, jangan sampai gerakan tersebut hanya dijadikan sebagai alat untuk tawar-menawar kekuasaan pihak-pihak tertentu, yang tentu jauh dari kepentingan rakyat. Rakyat juga harus sadar, bahwa terkait dengan banyaknya kasus korupsi, akar masalah sekaligus solusinya harus segera ditemukan.

Tinggalkan Sistem dan Rezim Korup!

Skandal Bank Century adalah bukti kesekian kali dari rapuhnya sistem perbankan/keuangan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat yang berjiwa korup. Sistem perbankan/keuangan ribawi adalah bagian dari sistem ekonomi Kapitalisme yang sayangnya tetap dipertahankan keberadaannya di negeri ini. Karena itu, Skandal Century ini seharusnya semakin meneguhkan keyakinan masyarakat akan kebobrokan sistem perbankan/keuangan ribawi khususnya dan sistem ekonomi Kapitalisme pada umumnya. Sebagai gantinya, masyarakat harus menuntut penerapan sistem ekonomi yang adil, yang bersumber dari Zat Yang Mahaadil. Itulah Sistem Ekonomi Islam.

Skandal ini juga menjadi momentum pembuktian untuk kesekian kalinya, bahwa sistem sekular dan rezim korup yang tengah berkuasa memang tidak bisa dipercaya. Karena itu, sistem dan rezim yang korup ini harus segera ditinggalkan.

Jika rakyat menghendaki perubahan, mereka harus memahami perubahan seperti apa yang hendak diwujudkan, dan bagaimana pula caranya agar perubahan tersebut bisa diwujudkan. Tentu saja rakyat negeri ini yang mayoritas Muslim sejatinya menghendaki perubahan ke arah Islam dan dengan cara-cara yang juga islami. Perubahan ke arah Islam tentu mensyaratkan dua hal: (1) mengubur dalam-dalam sistem dan rezim korup, yang notabene sekular; (2) menegakkan sistem dan pemerintahan Islam, yakni syariah dan Khilafah.

Adapun cara-cara islami untuk mewujudkannya tentu saja harus mengikuti manhaj (metode) Nabi saw. yang bersifat damai dan tidak anarkis. Cara (tharîqah) yang harus ditempuh tentu bukan sekadar dengan demonstrasi dan aksi keprihatinan; juga bukan dengan ‘revolusi jalanan’. Pasalnya, mengganti rezim sekaligus sistem yang korup tidak cukup dengan mengganti individu-individu penguasa/pejabatnya (karena negara bukan hanya sekumpulan individu penguasa/pejabat), melainkan juga harus dengan mengganti sistem/perundang-undangan. Semua itu harus diawali dengan cara mendidik masyarakat dengan akidah dan syariah Islam, yang akan menjadikan mereka memiliki pemikiran dan perasaan islami. Jika mayoritas masyarakat telah memiliki pemikiran dan perasaan islami, pasti mereka dengan sendirinya akan terdorong untuk menuntut penerapan akidah dan syariah Islam itu secara kâffah dalam seluruh aspek kehidupan (mencakup aspek ritual, spiritual, ekonomi, politik, sosial, militer, dll). Jika sudah demikian, maka yang dibutuhkan adalah melakukan langkah thalab an-nusrah (menggalang pertolongan) dari simpul-simpul kekuasaan atau pihak-pihak yang memiliki sifat yang bisa memberikan man’ah (perlindungan) dan kemampuan mewujudkan apa yang menjadi keinginan umat. Sesungguhnya cara inilah yang telah ditempuh Baginda Rasulullah saw. dalam melakukan perubahan sosial dan politik ke arah Islam.

Wahai kaum Muslim:

Masih belum cukupkah karut-marut negeri ini membuka matalahir dan matabatin kita tentang betapa bobroknya sistem dan rezim yang ada saat ini? Masih belum cukupkah berbagai skandal korupsi, mafia peradilan dan kezaliman hukum saat ini menyentakkan kesadaran kita tentang betapa busuknya sistem Kapitalisme dan rezim sekular ini? Masih harus berapa banyak lagi kasus, skandal bahkan krisis dibutuhkan untuk membangkitkan kesadaran kita bahwa hanya syariah dan Khilafah saja yang benar-benar bisa menjadi satu-satunya jalan keluar dan solusi untuk menyelesaikan seluruh kasus, skandal bahkan berbagai krisis (moral, sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dll) yang sudah tak terhitung lagii?

Lebih dari itu, masih harus berapa lama lagi kita bermaksiat dengan terus mencampakkan hukum-hukum Allah SWT dan malah tetap betah berkubang dalam hukum-hukum Jahiliah ini? Haruskah kita menunggu sampai ajal menjemput kita, atau sampai negeri dan bangsa ini benar-benar hancur, sehancur-hancurnya?

Wahai kaum Muslim:

Ingatlah, Allah SWT telah mengingatkan kita:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), baginya kehidupan yang sempit dan di akhirat kelak Kami akan membangkitkannya dalam keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).

Allah SWT juga telah mencela kita:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).

Allah SWT pun telah memanggil kita:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, sambutlah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian untuk menuju sesuatu yang menghidupkan kalian (QS al-Anfal [8]: 24).

Wahai kaum Muslim:

Marilah kita sambut tegaknya sistem Islam (syariah) dengan pemerintahan yang amanah (Khilafah). Hanya dengan syariah dan Khilafahlah Indonesia akan benar-benar bersih dari sistem dan rezim yang korup. Itulah sistem Islam yang diterapkan secara kaffah oleh seorang khalifah. Wallâhu a’lam. []

KOMENTAR AL-ISLAM:

Agama Mesti Warnai Demokrasi (Republika, 8/12/2009).

Agama bukan hanya mewarnai, tapi menghapus demokrasi.

sumber
Senin, 07 Desember 2009

ATASI HIV/AIDS DENGAN CARA ISLAM, BUKAN DENGAN CARA LIBERAL!

[Al-Islam 482] SATU Desember sudah sejak tahun 1998 diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Peringatan Hari AIDS Sedunia berawal dari Pertemuan Puncak Menteri-menteri Kesehatan dari 148 negara yang tergabung dalam WHO untuk Program Pencegahan AIDS pada 1 Desember 1988 di London, Inggris.

Tahun ini, di Tanah Air Hari AIDS Sedunia juga diperingati di sejumlah daerah dengan berbagai aksi. Di Semarang, misalnya, sejumlah unjuk rasa digelar. Mereka berharap masyarakat mewaspadai bahaya AIDS dan tak mengucilkan para penderita. Di Madiun Komite Penanggulangan AIDS (KPA) serta LSM Bambu Nusantara Madiun melakukan aksi bagi-bagi bunga, leaflet dan stiker ke pengguna jalan di kota dan kabupaten. Di Jawa Barat Peringatan Hari AIDS Sedunia dipusatkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), yang dihadiri para wakil pemerintah kota/kabupaten serta lembaga swadaya masyarakat (Detik.com, 1/12).

Sampai sekarang, AIDS masih menempati peringkat keempat penyebab kematian terbesar di dunia. Menurut WHO (2009) jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 33,4 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali tahun 1986 di Bali. Departemen Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada pada risiko terinfeksi HIV. Adapun berdasarkan data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen.

Adapun berdasarkan cara penularan, 75 hingga 85 persen HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seks, 5-10 persen melalui homoseksual, 5-10 persen akibat alat suntik yang tercemar terutama pengguna narkoba jarum suntik dan 3-5 persen tertular lewat transfusi darah.

Penanggulangan yang Salah-Kaprah

Selama ini, penanggulangan HIV/AIDS di dunia maupun di Indonesia secara umum mengadopsi strategi yang digunakan oleh UNAIDS dan WHO. Karena penyakit ini hingga sekarang belum ada obat untuk menyembuhkannya, area pencegahan adalah salah satu prioritas yang harus dilakukan. Di antara program yang masuk dalam area pencegahan pada Strategi Nasional Penanggulangan HIV-AIDS adalah: Kondomisasi, Subsitusi Metadon dan Pembagian Jarum Suntik Steril. Upaya penanggulangan HIV/AIDS versi UNAIDS ini telah menjadi kebijakan nasional yang berada di bawah koordinasi KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional).

Kondomisasi (100% kondom) sebagai salah satu butir dari strategi nasional telah ditetapkan sejak tahun 1994 hingga sekarang. Saat ini kampanye penggunaan kondom semakin gencar dilakukan melalui berbagai media, dengan berbagai macam slogan yang mendorong penggunaan kondom untuk ‘safe sex’ (seks yang aman) dengan ‘dual protection’ (melindungi dari kehamilan tak diinginkan sekaligus melindungi dari infeksi menular seksual). Kampanye kondom juga dilakukan dengan membagi-bagikan kondom secara gratis di tengah-tengah masyarakat seperti mal-mal dan supermarket. Terakhir, demi memperluas cakupan sasaran penggunaan kondom (utamanya para ABG/remaja yang masih segan kalau harus membeli di apotik), telah lama diluncurkan program ATM (Anjungan Tunai Mandiri) kondom. Cukup dengan memasukkan 3 koin lima ratus perak, maka akan keluar 3 boks kondom dengan 3 rasa.

Adapun Subsitusi Metadon dan Pembagian Jarum Suntik Steril saat ini dilakukan dalam bentuk Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM). Pembagian jarum suntik steril bahkan telah menjadi salah satu layanan di rumah-rumah sakit, puskesmas-puskemas dan di klinik-klinik VCT (voluntary Counseling and Testing). DepKes menyediakan 75 rumah sakit untuk layanan CST (Care Support and Treatmen), tercatat 18 Puskesmas percontohan, 260 unit layanan VCT yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bagaimana hasilnya? Kenyataan berbicara, kondomisasi ini bukan hanya terbukti gagal mencegah penyebaran HIV/AIDS, namun malah menumbuhsuburkan wabah penyakit HIV/AIDS. Di AS, kampanye kondomisasi yang dilaksanakan sejak tahun 1982 terbukti menjadi bumerang. Hal ini dikutip oleh Hawari, D (2006) dari pernyataan H. Jaffe (1995), dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (US:CDC: United State Center of Diseases Control). Evaluasi yang dilakukan pada tahun 1995 amat mengejutkan, karena ternyata kematian akibat penyakit AIDS malah menjadi peringkat no. 1 di AS, bukan lagi penyakit jantung dan kanker.

Prof. Dr. Dadang Hawari (2002) pernah menuliskan hasil rangkuman beberapa pernyataan dari sejumlah pakar tentang kondom sebagai pencegah penyebaran HIV/AIDS antara lain sebagai berikut:

  • Efektivitas kondom diragukan (Direktur Jenderal WHO Hiroshi Nakajima, 1993).
  • Virus HIV dapat menembus kondom (Penelitian Carey [1992] dari Division of Pshysical Sciences, Rockville, Maryland, USA).
  • Penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pada kondom (yang terbuat dari bahan latex) terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang; dalam keadaan meregang lebar pori-pori tersebut mencapai 10 kali. Virus HIV sendiri berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian, virus HIV jelas dengan leluasa dapat menembus pori-pori kondom (Laporan dari Konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995).
  • Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan (V Cline [1995], profesor psikologi dan Universitas Utah, Amerika Serikat).

Prof. Dadang Hawari meyakini, dari data-data tersebut di atas jelaslah bahwa kelompok yang menyatakan kondom 100 persen aman merupakan pernyataan yang menyesatkan dan bohong (Republika, 13/12/2002).

Di sisi lain, strategi subsitusi pada hakikatnya tetap membahayakan, karena semua subsitusi tersebut tetap akan menimbulkan gangguan mental, termasuk metadon (Hawari, D. , 2004). Selain itu, metadon tetap memiliki efek adiktif (Bagian Farmakologi. FK. UI. Jakarta, 2003).

Adapun pemberian jarum suntik steril kepada pengguna narkoba jarum suntik agar terhindar dari penularan HIV/AIDS juga merupakan strategi yang sangat tidak jelas. Memberikan jarum suntik meskipun steril, di tengah-tengah jeratan mafia narkoba sama saja menjerumuskan anggota masyarakat kepada penyalahgunaan narkoba. Apalagi para pengguna narkoba ini tetap berisiko terjerumus pada perilaku seks bebas akibat kehilangan kontrol, meskipun mereka telah menggunakan jarum suntik steril.

Seks Bebas: Cikal-Bakal HIV/AIDS

Infeksi HIV/AIDS pertama kali ditemukan di kalangan gay San Fransisco, tahun 1978. Selanjutnya AIDS merebak di kota-kota besar Amerika seperti New York, Manhattan juga di kalangan homoseksual. Inilah yang menjadi bukti bahwa penyakit berbahaya ini berasal dari kalangan berperilaku seks bebas dan menyimpang. Selanjutnya, budaya seks bebas pula yang menjadi sarana penyebaran virus HIV/AIDS secara cepat dan meluas di Amerika hingga ke seluruh penjuru dunia. Peranan seks bebas dalam penularan HIV/AIDS ini dibenarkan oleh laporan survey CDC Desember 2002.

Sementara itu, adanya kelompok ‘baik-baik’ (anak-anak, korban transfusi darah tercemar HIV dan tidak melakukan penyimpangan perilaku) yang kemudian tertular HIV/AIDS, tidaklah menunjukkan bahwa penyakit ini bukanlah penyakit akibat penyimpangan perilaku, karena pada hakikatnya tertularnya mereka yang ’baik-baik’ ini pun berawal dari ’dibiarkan dan dipeliharanya’ perilaku menyimpang (seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA) di tengah masyarakat. Karena itu, menurut dr. Faizatul Rosyidah dalam sebuah artikelnya, sungguh suatu kebodohan yang menyesatkan menyatakan bahwa “Masalah HIV hanyalah masalah medis semata yang tidak berkaitan dengan perilaku seks bebas” dengan menjadikan korban-korban tak bersalah tersebut sebagai dalih (Eramuslim, 1/12/2009).

Solusi Islam

Jelas, memerangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini bukanlah dengan metode liberal seperti yang selama ini diinformasikan kepada masyarakat, melainkan dengan cara Islam. Pertama: Dengan menerapkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT, yang melarang seks bebas (perzinaan), kemaksiatan dan penggunaan khamr (termasuk narkoba). Tentang larangan zina, Allah SWT berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu perilaku keji dan jalan yang amat buruk (QS al-Isra’ [17]: 32).

Allah SWT juga memberlakukan hukuman yang amat keras bagi pelaku zina, yakni hukuman cambuk (Lihat: QS an-Nur [24]: 2). Nabi saw. bahkan memberlakukan hukuman rajam sampai mati atas pezina yang pernah menikah. Hukuman yang berat juga harus diberlakukan atas para pengguna narkoba. Selain memang barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif dalam penyebarluasan HIV/AIDS.

Tanpa penerapan aturan hukum-hukum Allah ini, terbukti akibatnya sangat fatal. Pada April lalu Bkkbn online melansir hasil temuan penelitian mengenai seks bebas di kalangan remaja di 5 kota besar Indonesia yang cukup mengejutkan. Pada penelitian tersebut Jawa Barat diwakili kota Tasikmalaya dan Cirebon. Hasilnya, 17% remaja Tasik mengaku sudah melakukan seks pra nikah, dan 6,7 % remaja Cirebon mengaku penganut seks bebas. Sebelumnya, pada Juli-Desember 2006, Annisa Foundation juga pernah melakukan penelitian kepada 412 orang siswa SMP dan SMA di Cianjur. Hasilnya, lebih dari 42,3 persen pelajar perempuan di kota santri itu telah melakukan hubungan seks pra-nikah yang dilakukan atas dasar suka sama suka dan sebagian dilakukan dengan lebih dari satu pasangan. Di Bandung temuan penelitian BKKBN menyebutkan, sekitar 21-30% remaja melakukan seks pra nikah, menyamai DKI Jakarta dan Jogjakarta.

Angka-angka fantastis terkait HIV/AIDS dan seks pra nikah ini tentu akan sebanding dengan angka penyebaran penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS), penyalahgunaan narkoba (khususnya penggunaan melalui jarum suntik yang menjadi jalan penyebaran HIV/AIDS) dan tingginya kasus aborsi. Hingga September 2008, tercatat sekitar 4,56% pelajar Jawa Barat telah terinveksi HIV/AIDS. Adapun aborsi, dari 400 ribu kasus aborsi yang terjadi di Jawa Barat setiap tahun, separuhnya ditengarai dilakukan oleh remaja (Bkkbn.go.id). Untuk kasus penyalahgunaan narkoba, bulan Maret lalu Pikiran Rakyat pernah melansir berita, bahwa remaja korban narkoba di Indonesia ada 1,1 juta orang atau 3,9 % dari total jumlah korban.

Kedua: Semua jenis industri seks bebas dan narkoba harus diberantas habis. Selain itu, tentu harus ada jaminan dari pemerintah mengenai lapangan pekerjaan yang layak dan halal bagi para pelaku bisnis haram tersebut.

Ketiga: mengubur akar persoalannya, yakni sekularisme dan liberalisme, kemudian menggantinya dengan akidah dan sistem Islam. Dalam hal ini, penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah keniscayaan. Sudah saatnya Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ini segera menerapkan seluruh aturan-aturan Allah (syariah Islam) secara total dalam seluruh aspek kehidupan, dalam institusi Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. Hanya dengan itulah keberkahan dan kebaikan hidup—tanpa AIDS dan berbagai bencana kemanusiaan lainnya—akan dapat direngkuh dan ridha Allah pun dapat diraih. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []

KOMENTAR:

Komisi Yudisial Terima 968 Laporan Putusan Hakim Bermasalah (Republika.co.id, 1/12/2009).

Hakimnya bermasalah, sistem hukumnya juga bermasalah. Saatnya ganti dengan syariah Islam!

Bookmark and Share



Ismail Saul Yenu (Mantan Kepala Pendeta): Islam adalah Kemajuan

H Ismail Saul Yenu
(Mualaf, Kepala Suku Besar Serui, dan Mantan Kepala Pendeta)

Missionaris tidak membangun peradaban baru, justru mempertahankan budaya terbelakang.

Hidayah datang tak mengenal umur. Itulah yang saya alami. Saat usia menginjak angka 68 tahun, Allah membuka pintu hati saya untuk masuk Islam. Padahal bertahun-tahun, saya adalah seorang pendeta, malah saya adalah ketua pendeta di Manokwari. Saya sekaligus adalah Kepala Suku Besar Serui.

Saya terlahir dengan nama Saul Yenu. Saya adalah manusia tiga zaman. Saya merasakan hidup di zaman Belanda, Jepang, dan kemerdekaan. Saya lahir 28 Oktober 1934. Karena itu saya pernah merasakan perih getirnya perjuangan. Saat itu saya sebagai pejuang pembebesan Irian Jaya.

Ternyata setelah kemerdekaan, penduduk Irian Jaya bukannya tambah berbudaya. Mereka tetap saja dalam ketertinggalan. Mereka tetap telanjang. Padahal di sana banyak berkeliaran para misionaris. Kekayaan alam yang dimiliki Irian Jaya ternyata tak memberi dampak kemajuan kepada penduduknya.

Ini saya lihat berbeda dengan kalangan Muslim. Kebetulan saya bergaul dengan baik dengan kaum Muslim di Irian Jaya, terutama ABRI (sekarang TNI) yang sering mengadakan kegiatan ABRI masuk desa pada dasawarsa 70-80-an. Mereka semua berpakaian. Mereka pun membangunkan rumah-rumah gratis bagi warga Irian. Begitu senangnya saya dengan mereka hingga saya pun dengan senang hati sering memberi bantuan kepada mereka. Kebetulan saat itu saya bekerja di Departemen Pekerjaan Umum.

Pergaulan intensif saya dengan orang-orang Muslim itu sedikit demi sedikit menimbulkan kekaguman pada diri saya. Mereka selalu membersihkan diri setiap hari minimal lima kali sehari. Mereka pun selalu shalat. ”Wah, jangan-jangan karena mereka sembahyang terus tiap hari, bumi ini menjadi berkah,” pikir saya.

Ini sangat berbeda dengan kebiasaan kami. Kami hanya ke gereja seminggu sekali. Itu pun tidak wajib. Berarti doa hanya sekali seminggu. Itu pun banyak di antara jemaaht gereja masih dalam keadaan habis minum bir dan minuman keras lainnya. ”Bagaimana doa bisa diterima kalau mabuk,” pikir saya.

Tapi itulah, kenyataaannya. Suatu saat saya berpikir: ”Kalau Kristen terus, berarti ini melanjutkan zaman Belanda. Masyarakat tidak akan pernah maju.” Soalnya, memang Belanda-lah yang membawa misi Kristen di Irian Jaya pertama kali. Dan hingga kini, misionaris tidak membangun peradaban baru. Justru mereka ingin mempertahankan budaya Irian yang sebenarnya terbelakang.

Pergaulan saya dengan orang-orang Muslim mengantarkan saya pada sebuah kesimpulan bahwa Islam identik dengan kemajuan. Dan inilah yang saya lihat sendiri. Orang-orang Muslim justru mengajak kami menggunakan pakaian. Belakangan saya baru tahu bahwa ada kewajiban bagi setiap Muslim menutup aurat.

Begitu eratnya hubungan saya dengan kaum Muslim ini hingga kalangan Kristen di Manokwari menyebut saya pendeta Krimus, alias Kristen Muslim. Saya bilang kepada mereka: ”Janganlah mengatakan seperti itu, nanti malah bisa menjadi Muslim betulan.”

Kekaguman saya atas perilaku kaum Muslim itulah yang membuat tekad saya kian kuat untuk memeluk Islam. Saya yakin: Islam adalah kemajuan. Pelajaran kependetaan yang saya jalani di Gereja Tabernakel tak mampu mencegah keinginan saya memenuhi panggilan Allah.


Jalan Berliku

Ternyata tak mudah masuk Islam. Mungkin karena saya adalah kepala pendeta dan kepala suku besar. Hingga suatu saat ketika saya menyampaikan niat saya kepada seorang kepala KUA di Manokwari, dia menolak. Sepertinya dia tak berani mengislamkan saya.

Tapi niat hati ini tak bisa dibendung. Saya akhirnya memutuskan pergi ke Jakarta demi niat tersebut. Saya dibantu oleh saudara Khairudin, kenalan saya yang bekerja di Angkatan Laut. Saya kemudian diantar ke Condet, menghadap seorang ulama di sana. Di situ saya mengucapkan syahadat. Saya pun mengubah nama menjadi Ismail Saul Yenu.

Untuk lebih meyakinkan lagi, saya dibawa ke Masjid Al Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat itu bulan Februari 2002. Keislaman saya disahkan di masjid besar itu. ”Alhamdulillah.” Setelah itu, saya pun disunat. Saya dibawa ke Bandung. Dalam kondisi sudah tua seperti ini saya harus sunat bersama anak-anak. Memang agak malu, tapi harus bagaimana lagi.

Masuk Islam saya ternyata sampai juga ke Irian Jaya, Belanda, dan Jerman. Mereka gempar. Jelas mereka tak terima langkah saya, apalagi saya punya posisi yang penting di Manokwari khususnya Suku Besar Serui.

Karena itu saya memutuskan untuk tidak langsung pulang. Saya ingin tinggal di Jakarta terlebih dahulu, sekalian belajar Islam. Kebetulan saat itu adalah musim haji. Saya ingin sekali naik haji. Berkat bantuan teman-teman di Jakarta, akhirnya saya dibantu Pak Amien Rais untuk menunaikan haji. Dalam kondisi masih diperban, saya berangkat haji bersama rombongan Aisyiyah.

Sepulang dari haji, saya diminta tak langsung pulang ke Irian. Tapi saya tetap nekad. Saya yakin Allah akan selalu menyertai kita. Saya yang sejak haji mengenakan gamis panjang dan topi haji, berangkat naik kapal Pelni. Banyak liku-liku di perjalanan, termasuk ketika kapal dilarang merapat di Ambon karena ada konflik. Saya nekad meminta kapal dibolehkan sandar. Kapal pun sandar.

Ketika kapal Ciremai sampai di Manokwari, saya justru disambut. Tidak hanya kalangan Islam tapi juga Kristen. Saya diterima secara adat dengan cara melewati kain slopang sepanjang 40 meter berwarna biru tua. Ini adalah simbol kematian. Tapi di atas kain itu ditaruh 100 piring yang menandakan kebangkitan. Ini artinya, sebagai pendeta sudah mati dan bangkit lagi sebagai haji.

Sejak itu saya berusaha menyampaikan Islam kepada siapapun. Baik kepada keluarga maupun saya datang langsung ke gereja. Saya selalu bilang kepada mereka: ”Saya datang untuk sampaikan firman Allah yang sebenarnya.”

Memang baru hal-hal ringan yang saya sampaikan seperti tidak boleh mabuk, harus selalu bersih dan suci. Saya juga menyampaikan bahwa Islam tidaklah seperti yang digambarkan oleh para misionaris sebagai agama yang harus dibenci. Islam adalah agama yang baik yang mengajarkan manusia untuk berbudaya luhur, tidak telanjang seperti sekarang. ”Ajaran yang demikian baik, seharusnya bisa diterima,” kata saya dalam setiap pertemuan.

Paling tidak hingga kini sudah ada 50 orang yang masuk Islam. Alhamdulillah. Sebanyak 20 di antaranya sudah naik haji. Keluarga pun beberapa mengikuti jejak saya. Anak saya yang berjumlah 37 orang, tujuh di antaranya sudah masuk Islam. Istri saya empat orang, dua di antaranya pun sudah jadi mualaf. Alhamdulillah. Saya akan terus berusaha agar penduduk Irian terbebas dari keterbelakangannya dengan cara mengajak mereka masuk Islam.

Berbagai bantuan kini sedang saya kumpulkan, terutama adalah pakaian. Saya ingin mereka berpakaian, menutup aurat. Itulah salah satu ajaran Islam.[] diolah oleh mujiyanto dari hasil wawancara

sumber

Minggu, 06 Desember 2009

Penjarakan Koruptor Century selama 15 Abad

SOLO- Ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Solo Raya berunjuk rasa mendesak pemerintah menuntaskan kasus dugaan korupsi Bank Century di Bundaran Gladag, Solo, Minggu (6/12).

Mereka menuntut pelaku korupsi yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp6,7 triliun dihukum selama 15 abad.

“Kalau Ibu Minah yang mengambil tiga buah kakao saja dihukum selama 1,5 bulan penjara. Maka dengan logika yang sama, pencuri uang Bank Century harus dihukum 15 abad penjara,” tegas Ustad Wasid dalam orasinya.

Tetapi yang memprihatinkan, kata dia, sampai saat ini orang-orang yang terlibat dalam kasus itu masih melenggang dengan bebasnya. Ia menilai semua itu terjadi akibat bobroknya sistem hukum negara saat ini.

“Kaum muslimin harus memperhatikan kasus ini, karena ini menyangkut urusan umat. Tidak sedikit harta kaum muslimin yang ikut tercuri,” tambahnya dengan suara lantang.

Unjuk rasa massa HTI Solo Raya ini sendiri cukup menyita perhatian pengguna jalan. Sebelum berorasi di Bundaran Gladag, massa HTI yang mengawali aksinya dari Lapangan Kota Barat Solo menggelar longmarch sejauh lebih kurang 3 kilometer. Beberapa polisi berseragam terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, Humas aksi HTI, M. Sholahuddin menyatakan pengucuran dana talangan yang begitu besar kepada Bank Century melalui mekanisme tidak wajar adalah sebuah kejahatan terhadap negara.

Dari segi paradigma ekonomi, pemberian bail out kepada swasta ini merupakan resep standar washington consensus yang menjadi rumus standar IMF. Dimana negara harus menanggung beban pembiayaan dan permodalan swasta yang bangkrut. Biaya prosedur ini pada akhirnya akan dibebankan kepada rakyat melalui pajak.

“Skandal Bank Century ini merupakan bukti kesekian kalinya rapuhnya sistem perbankan nasional. Sekaligus membuktikan bahwa sistem sekuler dan rezim korup yang tengah berkuasa tidak bisa dipercaya,” kata Sholahuddin. (mediaindonesia.com, 6/12/2009)

Kamis, 03 Desember 2009

Negara Khilafah Akan Kembali

Perjuangan untuk menerapkan kembali sistem hukum Islam melalui berdirinya Negara Khilafah mulai meningkat, dan cakupannya telah mendunia. Namun, hambatan-hambatan yang dijumpai jauh lebih berat. Disam

ping menghadapi dominasi kekuatan negara-negara kafir imperialis, seperti AS, Inggris, Australia, Rusia, India, Perancis, Jerman, Italia dan sekutu-sekutunya; juga adanya penghalang dari penguasa-penguasa di negeri-negeri Muslim yang menjadi kaki tangan negara-negara kafir tersebut. Disamping itu, kesadaran kaum Muslim terhadap ajaran Islam sebagai ideology, yang mencakup akidah dan syariat masih sangat rendah, apalagi keengganan mereka untuk mencermati peristiwa-peristiwa politik dan menerjuninya dengan asas Islam. Mungkinkah Negara Khilafah itu akan kembali lagi untuk yang kedua kalinya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dilontarkan masyarakat yang menyangsikan kembalinya kekuatan Islam, berupa berdirinya kembali Negara Khilafah. Kadangkala juga muncul dari para aktivis dakwah Islam yang mengalami berbagai tekanan, sehingga memunculkan rasa pesimis tentang akan datangnya kemenangan Islam. Untuk itu kita harus mengembalikan kedudukan dan semangat kaum Muslim dengan merenungkan dan mengkaji kembali sumber-sumber syariat Islam yang menjadi dasar seluruh aspek kehidupan kita.

Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw merupakan sumber hukum Islam, dan sumber berita/informasi yang benar lagi qualified tentang apa yang terjadi, baik sebelum manusia itu tercipta di muka bumi, maupun kelak di masa datang. Diantaranya terdapat nash-nash yang tergolong mubasyirât (berita-berita gembira) yang disampaikan Allah Swt dan diceritakan dalam hadits-hadits Nabi saw. Melalui nash-nash mubasyirât ini kita mampu membangkitkan harapan, membangkitkan seluruh potensi, memupus rasa putus asa, dan menggelorakan perjuangan untuk menegakkan kembali sistem hukum Islam di muka bumi. Sebab, Allah Swt tidak akan pernah mangkir dari janji-Nya.

Yang dimaksud dengan mubasyirât dari Allah Swt adalah janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menolong mereka, menyempurnakan cahaya-Nya, mengokohkan kedudukan kaum Muslim atas bangsa-bangsa lain di dunia, serta memenangkannya atas semua agama dan ideologi yang ada, meskipun orang-orang kafir berupaya keras menghalang-halanginya dan orang-orang munafik tidak menyukainya. Diantara janji-janji tersebut adalah:

Pertama, janji Allah Swt untuk memenangkan Islam atas seluruh agama dan ideologi yang ada di seluruh dunia. Firman-Nya:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيداً

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi. (TQS. al-Fath [48]: 28)

Menurut tafsir al-Qasimi, yang mengutip penafsiran Ibnu Jarir at-Thabari, yang dimaksud dengan kata ‘agar dimenangkannya atas semua agama’ adalah menggusur seluruh millah (aliran/paham/agama/ideolo
gi/pemikiran-pen) yang ada, sehingga tidak ada lagi dîn yang menyamainya1. Artinya, Allah akan memenangkan Islam dan kaum Muslim atas negara-negara yang saat ini mengemban ideologi kapitalisme, sosialisme-komunisme, maupun ideologi-ideologi lain. Allah Swt mengulang-ulang kata ‘agar dimenangkannya atas semua agama’ di dalam ayat-ayat lain, seperti QS. at-Taubah [9]: 33 dan QS. ash-Shaff [61]: 9).

Kedua, janji Allah untuk meneguhkan Islam dan kaum Muslim, serta membalikkan keadaan yang buruk menjadi baik. Firman Allah Swt:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan Aku dengan sesuatu (apa)pun. Siapa saja yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (TQS. an-Nur [24]: 55)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai berikut: ‘Ini adalah janji Allah Swt kepada Rasul-Nya bahwa Dia akan menjadikan umatnya sebagai para penguasa di muka bumi, yakni para pemimpin dan para wali (penguasa daerah), menjadikan negeri mereka makmur, dan menjadikan umat manusia tunduk kepada mereka. Allah juga akan menggantikan ketakutan mereka dengan rasa aman. Hal itu telah Allah buktikan –segala pujian bagi-Nya- dengan dibebaskannya Makkah, Khaibar, Bahrain, seluruh jazirah Arab dan seluruh wilayah Yaman; dipungutnya jizyah dari kalangan Majusi Hijir dan sebagian wilayah Syam; Hiraklius, penguasa Romawi, memberi Nabi saw hadiah; begitu juga Muqauqis, penguasa Mesir, Iskandariyah; penguasa Oman; dan Najasy, penguasa Habsyah, yang kemudian (daerah-daerah terasebut) dikuasai olkeh para sahabat Rasulullah saw yang mulia2.

Tatkala Rasulullah saw wafat, usaha beliau dilanjutkan oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Abu Bakar menyempurnakan usaha yang belum selesai, yaitu menjadikan jazirah Arab sebagai pusat kekuatan Islam. Beliau mengirimkan tentaranya ke Persia di bawah pimpinan sahabat Khalid bin Walid ra, yang kemudian mampu membebaskan kawasan tersebut dari dominasi agama Zoroaster (penyembah api). Setelah itu, beliau mengirimkan gelombang tentara yang kedua di bawah pimpinan Abu Ubaidah bin Jarrah ra dan yang lainnya menuju kawasan Syam. Dan gelombang tentara yang ketiga berada di bawah pimpinan Amru bin Ash berangkat menuju Mesir.

Pada masa ke-Khilafahan Abu Bakar ra, daerah-daerah Syam, Basrah, Damaskus, dan negeri-negeri di sekitarnya, seperti Hauran dan lain-lain dapat dibebaskan. Beliau wafat dengan meninggalkan segala kemuliaan yang diperolehnya dari Allah Swt, sementara Allah memberinya ilham –sebagai anugrah untuk umat Islam- dengan pengangkatan Umar al-Faruq sebagai Khalifah setelahnya. Umar bin Khaththab ra menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tidak pernah ada di dalam sejarah, setelah periode para Nabi, orang yang sanggup menandinginya dalam hal kekuatan pribadinya dan kesempurnaan keadilannya. Pada masanyalah daerah Syam seluruhnya dapat dibebaskan, begitu pula Mesir dan Persia. Kekaisaran Kisra dapat dikalahkan dengan kekalahan yang amat menghinakan. Sebagian besar kekuatan kerajaan Byzantium di Syam hingga perbatasan Konstantinopel (sekarang kota Istambul-Turki) dapat direbut. Umar menginfakkan harta Kisra dan maupun Kaisar untuk keperluan jihad fi sabilillah, sesuai dengan janji Allah yang telah disampaikan kepada Rasulullah saw.

Pada masa Utsman, kekuasaan Islam telah mencapai penjuru Timur dan Barat. Negeri-negeri di kawasan Maroko (Afrika Utara) dapat dibebaskan hingga ke perbatasan China. Kisra terbunuh dan kerajaannya lenyap untuk selamanya. Kota-kota di Irak, Khurasan dan Ahwaz dapat dibebaskan, sehingga harta kharaj dari seluruh penjuru negeri yang dibuka melalui jihad fi sabililah pun mengalir deras, dan dikumpukan ke hadapan Khalifah Utsman bin Affan ra. Hal itu berkat bacaan, kajian dan upayanya untuk menyatukan umat Islam dalam (bacaan) dan kajian al-Quran. Benarlah kiranya hadits Rasulullah saw:
إن الله زوى لي الأرض فرأيت مشارق و مغاربها وسيبلغ ملك أمتي ما زوى لي منها

Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian Timur dan Barat bumi, dan kekuasaan umatku akan mencakup seluruh wilayah yang aku lihat itu.

Saat ini (yakni masa hidupnya Ibnu Katsir-pen) kita menyaksikan apa yang telah Allah janjikan kepada Rasul-Nya. Maha besar Allah dan Rasul-Nya. Kita memohon agar diberikan keimanan kepada-Nya dan Rasul-Nya, serta bersyukur dengan cara yang diridhai Allah3.

Ketiga, janji Allah Swt untuk senanitiasa membela, menyertai dan menyelamatkan orang-orang mukmin. Firman-Nya:

ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُواْ كَذَلِكَ حَقّاً عَلَيْنَا نُنجِ الْمُؤْمِنِينَ

Demikianlah, menjadi kewajiban atas Kami untuk menyelamatkan orang-orang mukmin. (TQS. Yunus [10]: 103)

Makna serupa dijumpai dalam ayat-ayat lain, seperti QS. ar-Rum [30]: 47; QS. al-Hajj [22]: 38; dan QS. al-Anfal [8]: 19.

Keempat, Allah akan mendatangkan kaum yang dicintai-Nya. Jika perubahan tidak dapat dilakukan karena putus asanya masyarakat, ketidakpedulian kaum Muslim terhadap kondisi mereka sendiri, sebagian malah bersikap munafik, bahkan murtad dan bergabung menjadi sekutu orang-orang zhalim dan negara-negara kafir, serta rela hidup terhina di bawah dominasi kekuatan negara-negara kafir, maka Allah Swt akan mendatangkan (mengganti generasi sebelumnya dengan) generasi mukmin yang keimanannya kepada Allah sangat kuat, cintanya kepada Allah melebihi kecintaannya terhadap apa pun di dunia, yang ketaatan dan perjuangannya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi tidak akan pernah tergetarkan oleh tekanan dan serangan orang-orang yang memusuhi mereka. Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, siapa saja diantara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Alla akan mendatangkan suatu kaum yang Allah cintai dan mereka pun mencintai-Nya; yang bersikap lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang-orang kafir; yang berjihad di jalan Allah; dan yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha tahu. (TQS. al-Maidah [5]: 54)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut4: ‘Allah Swt mengabarkan kekuasaan-Nya yang besar. Siapa pun yang tidak mau menolong agama Allah dan menjalankan syariat-Nya, maka Allah akan menggantikan mereka dengan orang-orang yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih lurus pendiriannya dari pada mereka (yang sebelumnya). Allah Swt berfirman:

وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

Jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak seperti kalian. (TQS. Muhammad [47]: 38)

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kalian, wahai manusia, dan Dia mendatangkan umat lain (sebagai pengganti kalian). (TQS. an-Nisa [4]: 133)

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti kalian dengan makhluk yang baru. (TQS. Ibrahim [14]: 19)

Masih banyak ayat-ayat al-Quran lainnya yang termasuk mubasyirât (berita-berita gembira bagi kaum Muslim). Disamping itu terdapat pula hadits-hadits yang menggambarkan lebih rinci berita tentang kemenangan Islam, tersebar luasnya Islam ke seluruh penjuru dunia, dan akan munculnya kembali negara Khilafah yang mengikuti manhaj Nabi saw. Teks-teks hadits tersebut antara lain:

Pertama, berita mengenai tersebar luasnya Islam ke seluruh penjuru dunia. Sabda Rasulullah saw:

ليبلغن هذا الأمر ما بلغ اليل و النهار ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخله الله هذا الدين بعز عزيز أو بذل ذليل عز يعز الله به الإسلام وذل يذل الله به الكفر

Islam pasti akan mencapai wilayah yang diliputi siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan rumah yang megah maupun yang sederhana, melainkan akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang-orang yang mulia dan menginakan orang-orang yang hina. Mulia karena Allah memuliakannya dengan Islam. Hina karena Allah menghinakannya akibat kekafirannya. (HR. Ahmad)

Kedua, ditaklukkannya Konstantionopel dan Roma (Vatikan). Abu Qubail bertutur: Tatkala kami sedang bersama-sama dengan Amr bin Ash, ditanyakan: ‘Kota manakah yang akan dibebaskan (oleh kaum Muslim-pen) terlebih dahulu, Konstantinopel ataukah Roma? Untuk memperoleh jawabannya, Abdullah lalu mengambil kotaknya dan mengeluarkan manuskrip, seraya berkata: ‘Tatkala kami bersama-sama Rasulullah saw kami pernah mencatat pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah saw, kota manakah yang terlebih dahulu dibebaskan Islam, Konstantinopel ataukah Roma? Rasulullah saw menjawab:
مدينة هرقل تفتح أولا

Kota Hiraklius-lah yang akan dibebaskan terlebih dahulu. (HR. Ahmad)

Yang dimaksudkan dengan kota Hiraklius adalah ibukota kerajaan Byzantium Timur, yaitu Konstantinopel. Konstantinopel pada akhirnya dibebaskan oleh kaum Muslim di bawah pimpinan Sultan Muhammad al-Fatih pada tahun 1453 M (857 H), dan menjadi ibukota ke-Khilafahan Islam Utsmaniyah.

Berita gembira dari Rasulullah saw telah terbuktikan dengan dibebaskannya Konstantinopel. Tinggal kota Roma (Vatikan) yang saat ini menjadi pusat agama Kristen yang belum dibebaskan oleh pasukan kaum Muslim. Pembebasan kota Roma akan segera tiba di bawah bendera Negara Khilafah Islamiyah, insya Allah.

Ketiga, ditaklukkannya orang-orang Yahudi. Saat ini kaum Yahudi Zionis membangun kekuataannya dan bercokol di atas tanah milik kaum Muslim yang dirampasnya. Perlawanan kaum Muslim terhadap mereka masih terbatas, dan permasalahannya dianggap oleh sebagian besar umat bukan sebagai persoalan kaum Muslim seluruhnya. Di saat yang sama, kita tidak bisa berharap kepada para penguasa muslim yang penakut, tidak mau memberikan dukungan riil, pertolongan, apalagi menghancurkan institusi Yahudi. Namun demikian, bagi orang-orang yang yakin kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, kemenangan kaum Muslim atas Yahudi merupakan janji yang pasti. Tentu saja, saat kemenangan tiba, kaum Muslim berada di bawah kepemimpinan seorang Khalifah yang adil, bukan berada di bawah bendera negara-negara nasionalis yang saat ini diusung oleh para penguasa Muslim yang zhalim, yang lebih suka tunduk kepada tekanan negara-negara kafir asing daripada taat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Rasulullah saw bersabda:

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمين اليهود فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهود من وراء الحجر والشجر فيقول الحجر والشجر يا مسلم يا عبد الله هذا يهودي خلفي فتعالى فاقتله

Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai kau Muslim memerangi kaum Yahudi, hingga kaum Yahudi itu bersembunyi di belkang bebatuan dan pepohonan. Lalu, batu dan pohon itu berseru: ‘Wahai (kaum) Muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah’. (HR. Muslim)

Keempat, kembalinya Negara Khilafah yang mengikuti manhaj Nabi saw. Rasulullah saw telah memberitakan akan kembalinya kekuasaan Negara Khilafah. Sabda Rasulullah saw:

تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء ما يرفعها ثم تكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت

Masa kenabian akan berlangsung di tengah-tengah kalian sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya jika menghendakinya. Lalu datang masa ke-Khilafahan yang mengikuti manhaj kenabian selama masa yang diikehendaki Allah. Kemudian Allah mengangkatnya jika menghendakinya. Lalu datang masa kekuasaan yang zhalim (mulkan ‘adlan) selama masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah mengangkatnya jika menghendakinya. Lalu datang masa kekuasan diktator bengis (mulkan jabariyyan) selam masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah mengangkatnya jika menghendakinya. Setelah itu akan datang (kembali) masa ke-Khilafahan yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian Rasulullah terdiam. (HR. Ahmad)

Yang dimaksud dengan mulkan ‘adlan adalah kekuasaan para Khalifah sesudah Khulafa ar-Rasyidin, yaitu masa ke-Khilafahan Umayyah, Abbasiyyah, hingga Turki Utsmani, dimana di dalamnya terdapat keburukan-keburukan penerapan syariat Islam, tetapi tetap menjadikan Islam sebagai asas dan sistem hukum/pemerintahannya. Sedangkan yang dimaksud dengan mulkan jabariyyan adalah masa kekuasaan kaum Muslim setelah runtuhnya sistem ke-Khilafahan Utsmaniyah. Yaitu masa yang dipenuhi oleh para diktator (para penguasa muslim) yang tidak mau menjalankan sistem pemerintahan (dan hukum) Islam; yang melalaikan dan memakan hak-hak kaum Muslim; yang melayani kepentingan negara-negara kafir; yang dikelilingi oleh orang-orang fasik dan munafik; yang tidak memperjuangkan kemuliaan Islam dan kaum Muslim. Masa mulkan jabariyyan adalah masa dimana kita hidup sekarang ini, yaitu masa yang paling buruk yang pernah ditemui oleh kaum Muslim sepanjang sejarah peradaban Islam.

Walaupun demikian, Rasulullah saw mengabarkan kepada kita bahwa setelah periode paling menakutkan dan paling kelam di dalam sejarah Islam dan kaum Muslim, akan datang kembali masa ke-Khilafahan yang mengikuti manhaj Nabi saw.

Dengan demikian, kaum Muslim yang memahami berita dan janji-janji Allah Swt dan Rasul-Nya tidak memiliki alasan untuk patah arang dan putus asa di dalam perjuangan menegakkan kembali sistem (hukum) Islam melalui tegaknya Negara Khilafah. Betapapun kerasnya permusuhan dan liciknya persekongkolan penguasa-penguasa muslim munafik dengan negara-negara kafir, hal itu tidak akan menggugurkan janji Allah Swt dan Rasul-Nya kepada kaum Muslim sedikitpun. Betapapun kuatnya tekanan musuh-musuh Islam dan sekutunya untuk membasmi perjuangan menegakkan kembali sistem hukum Islam melalui berdirinya Negara Khilafah, hal itu tidak akan mampu menggetarkan semangat dan keyakinan para pengemban dakwah Islam. Berita dan janji-janji Allah adalah pasti!

Oleh karena itu, di depan kita terdapat dua pilihan yang sudah jelas: apakah kita saat ini hendak bergabung dan menjadi barisan dari kaum yang dimuliakan oleh Allah karena membela agama-Nya; ataukah (kita termasuk kelompok yang) berdiam diri dan (lebih suka) tetap terhina di bawah kungkungan sistem hukum dan pemerintahan kufur yang dikangkangi oleh dominasi negara-negara kafir? Maha benar Allah dengan firman-Nya:

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya. (TQS. at-taubah [9]: 32)


1 al-Qasimi., Min Mahasini at-Takwil (mukhtashar).,p.514., Darun Nafais

2 Ibnu Katsir., Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim., jilid III/365., Darul Fikr

3 Ibnu Katsir., op cit., jilid III/365-366

4 Ibnu Katsir., op cit., jilid II/87-88

Bookmark and Share