Entri Populer
-
Bengkayang – Mengenaskan. Neneng Wendi, 9, pelajar SDN 13 Rangkang, Bengkayang, tewas dengan wajah tak beraturan setelah tergilas b...
-
Awalnya adalah kehadiran Thufail Al Ghifari bersama Ombat Tengkorak dalam wawancara rubrik inspirasi di Majalah Islam Sabili EDISI NO.13 / T...
-
Angin Surga , sebuah novel jihad akhirnya diterbitkan Ar Rahmah Media mengisi sebuah ruang kosong yang ditinggalkan oleh pe...
-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Sagala puji pikeun Alloh anu geus méré nikmatna ka urang , shalawat sarta salam muga...
-
MediaIslamNet.Com–Terjagalnya Khilafah tanpa daya pada bulan 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M bukanlah terjadi dengan sekeja...
-
Oleh: Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar Apa yang mutlak harus dimiliki oleh seorang penguasa, sebelum dia bisa memerintah dengan efektif? Jaw...
-
[Al Islam 522] UNTUK ke sekian kalinya umat Islam diuji iman dan kesabarannya. Betapa tidak. Di bulan Ramadhan yang berkah ini umat dihad...
-
Cek beja, majar lini teh sok ngendog. Duka kumaha mimitina pangna nepi ka aya dongeng saperti kitu. Can pangangguran maluruh, saha mimitina ...
-
SURABAYA— Dengan kasus penggelapan pajak Rp 25 miliar yang mengalir ke rekeningnya, Gayus Tambunan menggegerkan negeri ini. Di Surabaya, ...
-
1. Sutrah (pembatas shalat) bagi imam Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju lapangan pa...
Blog Archive
-
2011
(70)
- November(4)
- Oktober(6)
- September(5)
- Agustus(5)
- Juli(6)
- Juni(4)
-
Mei(8)
- Tak Mencuri Terong Kemudian Allah Karuniakan Untuk...
- Hukuman Butakan Mata di Iran Ditunda
- Bolehkah Fanatik terhadap Mazhab Tertentu?
- Rahasia di Balik Sakit
- Crop Circle di Cikarang Masih 'Perawan', Belum ada...
- Teror Amerika: Teror Hakiki Dan Ancaman Terbesar D...
- Monsterisasi “Teror NII” Kuatkan Islamophobia
- Pornografi: Menghancurkan Umat, Mengundang Bencana...
-
April(10)
- POLITIK PERBURUHAN DALAM ISLAM
- Buah Nangka Berisi Pisang
- BUBUKA
- Jihad Individu, Kesaksian Seorang Teroris
- Jangan Biarkan Kartini Menangis
- Penemuan Mayat Alien di Siberia
- Bom Cirebon: Fitnah & Prolog UU Represif?
- DPR= Dewan Pengkhianat Rakyat?
- Bunga dari Negeri Khilafah
- Sekolah-Sekolah Israel Melatih Para Siswanya Untuk...
- Maret(8)
- Februari(8)
- Januari(6)
- 2010 (139)
- 2009 (118)
Sekolah-Sekolah Israel Melatih Para Siswanya Untuk Membunuh Orang Arab

Surat kabar berbahasa Ibrani “Haaretz” dalam edisi Ahad (3/4) membongkar tentang pelatihan militer yang diikuti oleh para siswa Sekolah Menengah dari penduduk kota Herzliya di pusat wilayah-wilayah yang diduduki pada tahun 1948. Pelatihan itu diisi dengan kegiatan menembak sasaran berupa gambar manusia yang memakai keffiyeh Palestina di kepalanya.
Menurut surat kabar tersebut, pelatihan ini bagian dari perjalanan tahunan bagi para siswa, di mana mereka diajak pergi ke beberapa tempat wisata di daerah selatan wilayah-wilayah yang diduduki, termasuk kunjungan ke sebuah kamp militer, di mana mereka di sana dilatih menembak. Dan ini dilakukan dalam sebuah langkah yang telah dirancang untuk mempersiapkan mereka agar masuk dalam tentara setelah mereka lulus.
Surat kabar itu mengatakan bahwa latihan militer yang dilakukan sebelum masuk tentara biasanya telah dialokasikan beberapa hari sepanjang tahun pelajaran, dan hal itu tidak dilakukan dalam sebuah perjalanan rekreasi.
Surat kabar mengutip dari sumber saksi mata mengatakan: “Mereka mendapatkan materi yang menanamkan kebencian terhadap orang Arab pada para siswa Israel. Dan di tempat itu telah disiapkan gambar orang Arab yang memakai keffiyeh di kepalanya. Kemudian gambar itu menjadi target untama penembakan oleh para siswa.”
Sekolah menegaskan bahwa perjalanan wisata yang di dalamnya terdapat pelatihan militer, maka itu tidak lain hanyalah bagian dari program pendidikan sekolah.
Dalam kunjungan itu, para siswa mendapat pengarahan dari tentara yang ditempatkan di daerah-daerah, serta penjelasan lengkap tentang tentara pendudukan dan kegiatannya, di mana mereka didorong untuk masuk tentara dan berperang di dalam barisannya.
Seorang siswa berbicara tentang perjalanannya bahwa “Kami harus berbaring dan menembak dengan sasaran tubuh orang Arab, sampai kami yakin bahwa sasaran benar-benar telah meninggal, namun sasarannya bukan tubuh orang Arab yang sebenarnya, melainkan hanya figuratif,” kata siswa Israel itu.
Haaretz memyebutkan bahwa pelatihan tersebut tidak terbatas hanya pada para siswa sekolah kota Herzliya saja, namun pelatihan itu melibatkan ratusan sekolah Israel setiap tahunnya.
Ini berarti, bahwa tentara pendudukan juga dilatih di kamp-kamp mereka untuk membunuh orang Arab, dengan meletakkan gambar-gambar yang menyerupai bentuk dan pakaian orang Arab. Dan ini menjelaskan akan kebrutalan dan kekejaman tentara ini terhadap segala sesuatu yang berbau Arab.
Pemerintah pendudukan Israel meminta Palestina untuk menghentikan provokasi untuk melawan “Israel” di sekolah-sekolah Palestina. Bahkan Israel telah membentuk panitia khusus untuk memantau provokasi yang mereka klaim (www.yaeni.com, 3/4/2011).
0 komentar:
Poskan Komentar